Analisis Pertandingan Porto vs Stuttgart di Liga Europa, 20 Maret 2026

Dalam pertempuran berat yang akan berlangsung antara Porto dan Stuttgart di babak 16 besar Liga Eropa, mata kita tertuju pada Estadio do Dragao, di mana Porto akan berusaha mengukuhkan posisi mereka di perempat final. Pertandingan leg kedua ini, yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 20 Maret 2026, diharapkan berlangsung seru dan penuh aksi.
Persiapan Porto
Porto, di bawah bimbingan Francesco Farioli, memasuki pertandingan ini dengan kepercayaan diri setelah meraih kemenangan 2-1 di Jerman dalam pertemuan pertama mereka. Gol Terem Moffi dan Rodrigo Mora dalam kurun waktu tujuh menit sebelum menit ke-30 memberikan keuntungan dua gol bagi Porto di leg pertama, sehingga gol balasan Denis Undav hanya berfungsi sebagai pelipur lara bagi Stuttgart.
Porto, yang dikenal juga sebagai The Dragons, telah menunjukkan performa yang kuat sepanjang musim ini, dengan enam kemenangan dari sembilan pertandingan Liga Europa yang telah mereka mainkan. Mereka berhasil lolos langsung ke babak ini dengan finis di delapan besar dan berada di ambang mencapai perempat final pertama mereka sejak musim 2013-14.
Keunggulan Kandang Porto
Rekor kuat Porto di kandang menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik. Mereka hanya kalah satu kali dari 21 pertandingan di stadion mereka musim ini, termasuk catatan sempurna dalam empat pertandingan kandang mereka di fase liga. Dalam pertandingan tersebut, mereka selalu mencetak setidaknya dua gol.
Pada hari Minggu, mereka menunjukkan dominasi di kandang mereka dengan mencetak tiga gol ke gawang Moreirense. Gol dicetak oleh Gabri Veiga, Oskar Pietuszewski, dan William Gomes, yang membuat Porto unggul tujuh poin di puncak klasemen Primeira Liga.
Namun, satu catatan buruk yang mungkin menimbulkan kekhawatiran adalah bahwa Porto, yang telah dua kali menjadi juara Liga Europa/Piala UEFA, pernah tersingkir oleh Krasnodar pada babak kualifikasi Liga Champions 2019-20 meskipun mereka unggul satu gol dari leg pertama di kandang lawan.
Persiapan Stuttgart
Sementara itu, Stuttgart, yang dilatih oleh Sebastian Hoeness, mungkin tidak memiliki banyak sejarah comeback di leg kedua kompetisi Eropa, tetapi mereka dapat mengambil kepercayaan diri dari penampilan tandang terakhir mereka di Liga Europa. Mereka berhasil mengalahkan Celtic 4-1 di Glasgow pada babak sebelumnya.
Performa tandang Stuttgart patut diperhatikan, dengan The Reds mencetak setidaknya dua gol dalam 10 dari 13 pertandingan tandang terakhir mereka. Mereka juga berhasil memenangkan tujuh pertandingan dalam rentang waktu tersebut tanpa kebobolan lebih dari satu gol, menunjukkan bahwa disiplin pertahanan mereka cukup kuat.
Stuttgart juga baru-baru ini menunjukkan kegigihan mereka dengan meraih kemenangan 1-0 atas Leipzig di kandang sendiri, dengan gol Undav di babak kedua menjadi penentu. Kemenangan ini memperkuat posisi The Reds di posisi keempat klasemen Bundesliga dan mengakhiri dua pertandingan tanpa kemenangan.
Stuttgart sekarang berada dalam posisi di mana mereka harus berjuang keras melawan inkonsistensi mereka saat mereka berusaha meraih tempat di perempat final untuk pertama kali sejak mencapai final Piala UEFA pada musim 1988-89. Mereka akan berusaha keras untuk membalikkan keadaan dalam pertandingan ini, dan hanya waktu yang akan menentukan apakah mereka akan berhasil atau tidak.

