Dirut PLN Tinjau Pembangkit: Keandalan Sistem Kelistrikan Nasional Menjelang Idulfitri 1447 H Terjamin

Seiring dengan datangnya bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriyah, PT PLN (Persero) telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk menjamin keandalan sistem kelistrikan nasional. Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, secara pribadi meninjau berbagai pembangkit listrik strategis, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Cilegon, Banten, pada hari Senin (16/3).
Kapasitas Listrik Nasional Menjelang Idulfitri
Menurut Darmawan, PLN telah memproyeksikan bahwa beban puncak listrik pada periode Idulfitri tahun ini akan mencapai 35.017 megawatt (MW). Namun, dengan kapasitas pasokan listrik yang mencapai 51.967 MW, PLN masih memiliki cadangan daya sebesar 16.950 MW. Ini menunjukkan bahwa keandalan sistem kelistrikan nasional menjelang Idulfitri 1447 H terjamin.
Sistem Kelistrikan Andal untuk Ramadan dan Idulfitri
Darmawan menekankan bahwa PLN telah bekerja keras untuk memastikan sistem kelistrikan tetap andal selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Hal ini sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral).
PLN telah melakukan asesmen ketat sejak awal, mulai dari hulu yakni pembangkitan, hingga hilir pada jaringan distribusi ke pelanggan. Selain itu, persiapan ini juga mencakup pengecekan pasokan energi primer nasional, termasuk batu bara, gas, dan BBM, serta pemeliharaan sistem transmisi dan gardu induk.
Mempersiapkan Personel dan Peralatan
Untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan, PLN juga telah menyiagakan sebanyak 72.053 personel yang tersebar di 3.700 posko siaga di seluruh Indonesia. Mobilitas personel tersebut didukung oleh 4.901 unit mobil operasional dan 4.594 unit motor operasional. Hal ini dilakukan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan kelistrikan.
PLN juga telah menyiapkan berbagai peralatan pendukung, termasuk 2.005 unit genset, 773 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.349 unit gardu bergerak (UGB), dan 429 unit truk crane. Semua ini dipersiapkan untuk memastikan suplai listrik tetap andal bagi masyarakat.
Penjagaan di Lokasi Prioritas
PLN juga telah menyiapkan pengamanan berlapis di lokasi-lokasi prioritas yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Ini termasuk tempat ibadah, titik transportasi, pusat keramaian, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit.
Sistem Kelistrikan Jawa–Madura–Bali (Jamali)
Sementara itu, pada sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali (Jamali), PLN memproyeksikan beban puncak sebesar 22.453 MW. Dengan daya mampu pasok mencapai 33.497 MW, sistem ini tetap dalam kondisi aman dengan cadangan daya sekitar 11.044 MW.
Kesiapan PLTGU Cilegon
Dalam kunjungannya, Darmawan juga meninjau kesiapan PLTGU Cilegon, yang merupakan salah satu pembangkit listrik strategis yang mendukung sistem kelistrikan di wilayah Jamali. PLTGU Cilegon, yang dioperasikan oleh subholding PLN Indonesia Power, memiliki kapasitas terpasang sebesar 740 MW.
Pembangkit ini memiliki peran penting dalam menopang keandalan subsistem 150 kilovolt (kV) Cilegon, yang memasok kebutuhan listrik untuk kawasan industri serta masyarakat di wilayah Banten. Pembangkit ini juga terhubung dengan sistem interkoneksi Jawa–Bali.
Komitmen PLN Indonesia Power
Bernardus Sudarmanta, Direktur Utama PLN Indonesia Power, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh unit pembangkit beroperasi dengan optimal untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Menurut Bernardus, “Seluruh unit mesin di PLTGU Cilegon dalam kondisi prima untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Kami telah menyiapkan personel siaga, memastikan keandalan peralatan, serta melakukan monitoring operasi secara intensif agar pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat dan industri.”


