Mahasiswa UIN Suska Diimbau Jaga Marwah Pascainsiden Kekerasan oleh Forma KIP-K

Pekanbaru, kota yang biasa bergerak dengan alunan tenang kini memiliki sebuah cerita yang cukup menggelisahkan. Sebuah kejadian tak terduga menyeruak dari lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau atau UIN Suska. Seorang mahasiswi berinisial FAP dari Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum semester delapan menjadi korban kekerasan. Sementara itu, terduga pelaku adalah seorang mahasiswa yang dikenal dekat dengan korban, berinisial RM. Seluruh proses hukum terkait kasus ini kini sedang dijalani.
Penanganan Kasus
Kasus ini ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru. Pada saat berita ini ditulis, proses pendalaman motif dan kronologi kejadian masih berlangsung. Kekerasan yang diberitakan berupa dugaan pembacokan ini terjadi di lingkungan kampus UIN Suska Riau, dengan detail lokasi dan waktu yang masih dalam proses penyelidikan.
Respon dari Forum Mahasiswa
Menyikapi insiden ini, Ketua Forum Mahasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (Forma KIP-K) UIN Suska Riau, Muhammad Ikhsan, merasa prihatin. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini seharusnya tidak dijadikan cerminan kegagalan institusi, melainkan menjadi momen refleksi bagi semua pihak yang terlibat di dunia akademik.
“Yang kita perlukan sekarang ini adalah evaluasi dan pembelajaran, bukan saling menyalahkan,” kata Ikhsan saat ditanya tentang tanggapannya.
Kampus Sebagai Tempat Pembentukan Karakter
Menurut Ikhsan, kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat mendapatkan ilmu. Kampus juga memainkan peran penting dalam membentuk karakter, kedewasaan emosional, dan tanggung jawab sosial mahasiswa.
Ikhsan menyerukan kepada semua mahasiswa untuk menjaga martabat dan reputasi UIN Suska Riau. Ia berharap mahasiswa dapat memperkuat etika akademik dan mengembangkan budaya dialog dalam menyelesaikan konflik. “Kekerasan dalam bentuk apa pun bertentangan dengan nilai-nilai akademik dan integritas civitas kampus,” tegasnya.
Momentum Introspeksi
“Peristiwa ini seharusnya menjadi momen untuk merenungkan bagaimana kita menangani konflik, menegakkan etika, dan menghargai sesama mahasiswa sebagai refleksi dari karakter kita dan citra institusi,” tambah Ikhsan. Dia berharap proses hukum terhadap terduga pelaku dapat berjalan secara transparan dan adil sesuai dengan hukum yang berlaku.
Penanganan Kasus oleh Kepolisian
Pihak kepolisian memastikan bahwa kasus ini ditangani sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Mereka masih dalam proses mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk merumuskan konstruksi perkara secara objektif.
Urgensi Lingkungan Kampus yang Aman
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, kondusif, dan bermartabat. Seluruh civitas akademika diharapkan dapat memperkuat budaya saling menghormati dan mengedepankan penyelesaian konflik secara damai.
Langkah Internal oleh Rektorat UIN Suska Riau
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak rektorat UIN Suska Riau terkait langkah-langkah internal yang akan diambil menyusul kejadian tersebut.




