Pdt Ependi Bukit Resmi Dilantik Sebagai Ketua Umum Gereja Sidang Rohu’lkudus Indonesia

Dalam sebuah momen bersejarah bagi Gereja Sidang Rohu’lkudus Indonesia, Pdt Ependi Bukit resmi dilantik sebagai Ketua Umum yang baru. Pelantikan ini merupakan bagian dari Kongres GSRI yang berlangsung dengan meriah dan penuh makna. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah bagaimana kongres ini tidak hanya sekadar acara internal gereja, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat peran umat beragama dalam masyarakat. Dengan harapan baru dan semangat kolaborasi, Pdt Ependi Bukit siap membawa visi dan misi gereja ke level yang lebih tinggi.
Kegiatan Awal yang Menginspirasi
Kongres diawali dengan kabaktian singkat yang dipimpin oleh Pdt Lasma Sianturi SPd. Dalam suasana khidmat, peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, menandakan semangat kebangsaan yang melekat dalam setiap langkah pelayanan gereja. Khotbah yang disampaikan oleh Pdt Tammat B Bangun mengajak seluruh peserta untuk terus bersyukur dalam setiap aspek kehidupan, dengan merujuk pada Firman Tuhan dari 1 Tesalonika 5:18. Pesan tersebut menjadi pengingat penting akan nilai syukur di tengah perjalanan pelayanan gereja.
Partisipasi Pemerintah dalam Kongres GSRI
Kongres ini juga dihadiri oleh Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE MM, yang diwakili oleh Dr Agustinus Panjaitan ST MT, Kepala Badan Pengembangan SDM Provinsi Sumut. Dalam sambutannya, Dr Agustinus membuka resmi Kongres GSRI 2026 dan mengapresiasi seluruh jajaran GSRI atas terselenggaranya kongres ini. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar agenda organisasi gereja, melainkan juga menjadi momentum penting untuk memperkuat peran umat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pentingnya Kerukunan dan Kolaborasi
Dalam pidatonya, Dr Agustinus menekankan bahwa Sumatera Utara adalah rumah bagi berbagai suku, agama, dan budaya. Oleh karena itu, dibutuhkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antara organisasi keagamaan, termasuk GSRI, untuk menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumut mendukung visi Kolaborasi Sumut yang bertujuan menjadikan daerah ini unggul, maju, dan berkelanjutan.
- Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting.
- Organisasi keagamaan seperti GSRI berperan dalam menjaga kerukunan.
- Sumatera Utara memiliki keberagaman yang memerlukan kerja sama.
- Pembangunan harus melibatkan semua elemen masyarakat.
- Visi pembangunan berkelanjutan perlu dukungan semua pihak.
Harapan dari Ketua Umum Terpilih
Ketua Umum terpilih, Pdt Drs Ependi Bukit, menyampaikan harapannya agar pengurus baru dapat bekerja sama untuk membesarkan gereja GSRI. Ia menekankan bahwa pengembangan sumber daya manusia akan menjadi fokus utama ke depan. “Kami akan mengatasi kekurangan yang ada dan mendorong setiap wilayah untuk giat memberitakan Injil,” tegasnya dalam pernyataan yang disampaikan pada Kamis, 26 Maret 2026.
Visi Pembangunan Moral dan Spiritual
Gubernur Bobby Nasution, yang diwakili oleh Dr Agustinus, juga menekankan pentingnya GSRI sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan moral dan spiritual masyarakat. Ia berharap kepemimpinan yang visioner dapat terbangun dan organisasi ini mampu memberikan dampak positif bagi umat. “Saya mengajak seluruh peserta kongres untuk terus menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Pentingnya Kepemimpinan yang Sehat dan Berpengetahuan
Pdt DR Samuel Ghozaly, dalam sambutannya, mengemukakan bahwa seorang pemimpin sebaiknya memiliki beberapa kriteria penting: kesehatan fisik, intelektual, dan kemampuan untuk membiayai operasional kegiatan. “Tidak harus sekolah tinggi, tetapi kemauan untuk belajar dan berkembang sangat penting dalam pelayanan,” jelasnya. Ia menekankan bahwa meskipun tantangan akan selalu ada, persatuan dan kesatuan di dalam gereja akan mengatasi segala kesulitan.
Optimisme terhadap Masa Depan GSRI
Dr Arnot Napitupulu juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan pengurus baru BPP yang terpilih, pembangunan rohani gereja GSRI akan semakin maju. Kerukunan yang dijalin di antara pengurus diharapkan mampu mendatangkan berkat dan kehidupan yang berkelanjutan bagi jemaat. “Dengan kebersamaan dan melibatkan Tuhan, kita yakin semua akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Detail Pelaksanaan Kongres GSRI
Kongres GSRI 2026 ini dihadiri oleh 152 cabang dari seluruh wilayah Indonesia, sebagai tanda partisipasi yang luar biasa dari umat. Ketua Panitia, Pdt Ir Nenges Ginting, melaporkan tujuan kongres ini adalah untuk mengevaluasi kinerja organisasi, merumuskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang lebih baik, serta memilih Ketua Umum untuk periode yang akan datang. “Kami berharap kongres ini dapat membawa kemajuan bagi organisasi GSRI ke depan,” ungkapnya.
Susunan Pengurus BPP GSRI Periode 2026-2031
Dalam kongres ini, susunan kepengurusan baru BPP GSRI untuk periode 2026-2031 ditetapkan sebagai berikut:
- Ketua Umum: Pdt Drs Ependi Bukit
- Ketua I: Pdt Syamsudin Sembiring SPd MTh
- Ketua II: Pdt Drs Amos Purba
- Ketua III: Pdt Jusia Ginting STh
- Ketua IV: Pdt T Bangun
- Sekretaris Umum: Pdt Ir Nenges Ginting
- Sekretaris I: Pdt Matius Ginting
- Sekretaris II: Pdt Musa Sembiring
- Sekretaris III: Pdt Posan Cibro, STh
- Sekretaris IV: Pdt Leni Surbakti
- Bendahara Umum: Pdt Drs Sada Ukur Sembiring STh MTh
- Wakil Bendahara: Pdt Herman Ginting
- Pembantu I: Pdt Lusius Peranginangin ST MT MEng
- Pembantu II: Pdt Samuel Sitepu
- Pembantu III: Pdt Cristanop Sembiring
Dengan adanya kepengurusan yang baru ini, diharapkan Gereja Sidang Rohu’lkudus Indonesia dapat terus berkembang, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Dengan semangat kolaborasi, GSRI siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan dan menjadi berkat bagi semua.